Sabtu, 05 April 2014

KLM Djarum Foundation Kudus



KLM DJARUM FOUNDATION
Gerakan sumbang pohon untuk Muria

Disusun oleh : M Khoirul Yusuf.  Nim 212133
 Mahasiswa stain kudus
Masih  ingatkah dengan gerakan sumbang poin untuk prita? Gerkan social yang mampu menggugah nurani masyarakat negeri ini. Gerakan yang mampu mengumpulkan coin seberat 2,5 ton lebih itu diberi jargon “koin peduli prita”.
Tak hanya itu, kabar termutakhir dengan adanya aksi social yang luar biasa adalah sumbang sandal  untuk kapolri. Permasalahannya, hanya gara-gara mencuri sandal milik anggota kepolisian seorang pemuda 17 tahun diancam hukuman lima tahun penjara. Gila bukan!
Dari kedua permasalahan tersebut, muncul dibenak saya, bagaimana kalau  gerakan itu diadopsi untuk kemaslahatan lingkungan. Meskipun belum tahu bagaimana reaksi masyarakat mengenai ide tersebut, tetapi sudah tergambar dalam bayang2 imajinasi saya, bagaimana ide tersebut mampu menjadi alternative untuk konservasi hutan Muria.
Ada beberapa alasan, pertama, masyarkat kita adalah masyarakat yang mempunyai kepedulian tinggi, tetapi kepeduliaan itu muncul jikalau ada semacam moment yang melatarbelakanginya. Kedua, dilihat dari dua latar belakang aksi  diatas, bahwa gerakan social itu muncul ketika ada pihak yag didzolimi, sehingga ada kaitan erat dengan alasan pertama. Ketiga, setidaknya ada beberapa faktor yang menjadikan aksi-aksi tersebut  mampu menyebar dengan begitu cepatnya, yaitu karena adanya jejaring social, baik itu facebook, tweeter, friendster dan sebagainya.komunikasi maya tersebut mampu menjadi media curhat antar sesama dan dapat saling mempengaruhi.
Oleh sebab itu, perlu memunculkn ide-ide kreatif yang mampu menggerakkan masyarakat umum untuk melakukan sebuah aksi massa. Diantaranya adalah gerakan sumbang pohon untuk Muria.  Urgenitas itu perlu karena, hutan Muria yang menjadi tumpuan hidup bagi masyarakat sekitarnya mengalami kerusakan yang cukup parah.  Sehingga perlu diadakan konservasi besar-besaran untuk menyelamatkan gunung tersebut.
Gunung yang terletak disebelah utara jawa tengah itu seakan sedang merengek untuk segera diperbaiki. Bagaimana tidak, kerusakan hutan yang terjadi saat ini tergolong stadium empat dan butuh segera untuk dilakukan bedah operasi. Sebagaimana yang dilansir suara merdeka, 50 persen lebih hutan lindung di kawasan tersebut mengalami kerusakan. Padahal statusnya adalah hutan lindung, bagaimana dengan hutan non konservasi?
Berawal dari fakta di atas, perlu untuk segera melakukan perbaikan secara permanen.  Banyak cara yang bisa dilakukan, diantaranya adalah menggugagah hati masyarakat untuk segera bertindak. Bagaimana caranya? Banyak, sebagaimana yang disajikan di awal pembahasan,yaitu dengan  memunculkan gerakan sumbang pohon untuk Muria. Tentunya dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat  terlebih dahulu. Masyarakat disekitar Muria meliputi kudus(sisi selatan), jepara (sisi barat) dan pati (timur).
Jika penduduk di tiga kabupaten tersebut berjumlah 4 juta kepala, dengan gerakan satu orang sumbang satu pohon untuk Muria, tidak mustahil sepuluh tahun mendatang Muria menjadi ijo royo-royo tansah sedep ten moto. Singkat cerita, ide kecil berdampak luar biasa jika dilakukan secara bersama dan bertanggung jawab.

AKSI FACEBOOK UNTUK MURIA
Ada sebuah iklan yang unik, menarik dan dapat dijadikan ide. Iklan salah satu operator telekomunikasi tersebut menceritakan, seseora g yang di tersandung masalah cinta karena orang tua si pacar pr  tidak setuju, kemudian salah satu temannya share di facebook dengan status mawar untuk………… 
Kalau dipikir-pikir, selain sebagai media pertemanan, jejaring social juga bisa dijadikan media dakwah, curhat, sosialisasi, dan memunculkan gerakan massa. Lihat saja aksi social yang timbul akhir-akhir ini, mulai dari koin peduli prita sampai dengan aksi sumbang sandal untuk kapolri. Lho kok bisa….
Singkat cerita, seorang pemuda usia 17 tahun mencuri sandal seorang anggota  kepolisian. Tak dinyana, polisi yang menjadi korban dan juga tetangga pelaku tersebut melaporkan korban ke institusinya dan akhirnya diproses di pengadilan. Pelaku diancam hukuman lima tahun penjara, busyeet….
Dari peristiwa itulah, orang-orang maya(pengguna jejaring social) melakukan curhat di akunnya, yang semakin lama kabar ketidakadilan itu menyebar luas seantero jagad yang kemudian memunculkan ide “sumbang sandal untuk KAPOLRI”
Lalu, apa hubungannya dengan Muria? Kelihatannya tidak ada hubungannya, tetapi kalau dihubung-hubungkan ya ketemu saja koherensinya. Sebelumnya, saya ingin berbicara mengenai Muria terlebih dahulu, gunung yang terletak disebelah utara jawa tengah itu seakan sedang merengek untuk segera diperbaiki. Bagaimana tidak, kerusakan hutan  yang terjadi saat ini tergolong stadium empat dan segera untuk dilakukan bedah operasi. Sebagaimana yang dilansir suara merdeka, 50 persen lebih hutan lindung di kawasan tersebut mengalami kerusakan. Padahal statusnya adalah hutan lindung, bagaimana dengan hutan non konservasi?
Berawal dari fakta diatas, kita hubungkan dengan yang namanya facebook. Jejaring social made in USA itu sekarang menjadi situs pertemanan yang intensitas pengunjungnya terbesar kedua di dunia, dan menjadi situs pertemanan dengan pengguna nomor wahid. Dan Indonesia adalah Negara dengan pengguna lima besar di dunia.
Potensi itu, mampu memunculkan gerakan aksi masa dunia maya yang luar biasa. Sebagaimana penjelasan di awal paragrap, aksi-aksi social yang sekarang ngetrend terjadi bermula dari kicauan di dunia maya dan akhirnya menyebar luas. Oleh Karena kita juga perlu melakukan aksi maya lewat facebook untuk kemaslahatan lingkungan, diantaranya adalah ide terhadap penanaman di daerah Muria.
Seperti yang dijelaskan di muka mengenai kerusakan hutan Muria, penanganan memang segera untuk dilakukan. Dan aksi-aksi nyata tak akan mendapat mendapat animo dari masyarakat kalau tidak adanya sosialisasi. Sebagai alternative solusi, adalah sosialisasi lewat facebook. Oleh sebab itu, ayo semua buat status mulai hari ini tentang penyelamatan hutan Muria. Ide kecil akan berdampak besar bila dilakukan secara kontinyu. Selamat update status.

Add to Cart

0 komentar:

Posting Komentar