KLM DJARUM FOUNDATION
Gerakan sumbang pohon untuk Muria
Disusun oleh : M Khoirul
Yusuf. Nim 212133
Mahasiswa stain kudus
Masih ingatkah dengan gerakan sumbang poin untuk
prita? Gerkan social yang mampu menggugah nurani masyarakat negeri ini. Gerakan
yang mampu mengumpulkan coin seberat 2,5 ton lebih itu diberi jargon “koin
peduli prita”.
Tak
hanya itu, kabar termutakhir dengan adanya aksi social yang luar biasa adalah
sumbang sandal untuk kapolri.
Permasalahannya, hanya gara-gara mencuri sandal milik anggota kepolisian
seorang pemuda 17 tahun diancam hukuman lima tahun penjara. Gila bukan!
Dari
kedua permasalahan tersebut, muncul dibenak saya, bagaimana kalau gerakan itu diadopsi untuk kemaslahatan
lingkungan. Meskipun belum tahu bagaimana reaksi masyarakat mengenai ide
tersebut, tetapi sudah tergambar dalam bayang2 imajinasi saya, bagaimana ide
tersebut mampu menjadi alternative untuk konservasi hutan Muria.
Ada
beberapa alasan, pertama, masyarkat kita adalah masyarakat yang
mempunyai kepedulian tinggi, tetapi kepeduliaan itu muncul jikalau ada semacam
moment yang melatarbelakanginya. Kedua, dilihat dari dua latar belakang
aksi diatas, bahwa gerakan social itu
muncul ketika ada pihak yag didzolimi, sehingga ada kaitan erat dengan alasan
pertama. Ketiga, setidaknya ada beberapa faktor yang menjadikan
aksi-aksi tersebut mampu menyebar dengan
begitu cepatnya, yaitu karena adanya jejaring social, baik itu facebook,
tweeter, friendster dan sebagainya.komunikasi maya tersebut mampu menjadi media
curhat antar sesama dan dapat saling mempengaruhi.
Oleh
sebab itu, perlu memunculkn ide-ide kreatif yang mampu menggerakkan masyarakat
umum untuk melakukan sebuah aksi massa. Diantaranya adalah gerakan sumbang
pohon untuk Muria. Urgenitas itu perlu
karena, hutan Muria yang menjadi tumpuan hidup bagi masyarakat sekitarnya
mengalami kerusakan yang cukup parah.
Sehingga perlu diadakan konservasi besar-besaran untuk menyelamatkan
gunung tersebut.
Gunung
yang terletak disebelah utara jawa tengah itu seakan sedang merengek
untuk segera diperbaiki. Bagaimana tidak, kerusakan hutan yang terjadi saat ini
tergolong stadium empat dan butuh segera untuk dilakukan bedah operasi.
Sebagaimana yang dilansir suara merdeka, 50 persen lebih hutan lindung di
kawasan tersebut mengalami kerusakan. Padahal statusnya adalah hutan lindung,
bagaimana dengan hutan non konservasi?
Berawal
dari fakta di atas, perlu untuk segera melakukan perbaikan secara
permanen. Banyak cara yang bisa
dilakukan, diantaranya adalah menggugagah hati masyarakat untuk segera
bertindak. Bagaimana caranya? Banyak, sebagaimana yang disajikan di awal
pembahasan,yaitu dengan memunculkan
gerakan sumbang pohon untuk Muria. Tentunya dengan melakukan sosialisasi kepada
masyarakat terlebih dahulu. Masyarakat
disekitar Muria meliputi kudus(sisi selatan), jepara (sisi barat) dan pati
(timur).
Jika
penduduk di tiga kabupaten tersebut berjumlah 4 juta kepala, dengan gerakan
satu orang sumbang satu pohon untuk Muria, tidak mustahil sepuluh tahun
mendatang Muria menjadi ijo royo-royo tansah sedep ten moto. Singkat
cerita, ide kecil berdampak luar biasa jika dilakukan secara bersama dan
bertanggung jawab.
AKSI FACEBOOK UNTUK MURIA
Ada
sebuah iklan yang unik, menarik dan dapat dijadikan ide. Iklan salah satu
operator telekomunikasi tersebut menceritakan, seseora g yang di tersandung
masalah cinta karena orang tua si pacar pr
tidak setuju, kemudian salah satu temannya share di facebook dengan
status mawar untuk…………
Kalau
dipikir-pikir, selain sebagai media pertemanan, jejaring social juga bisa
dijadikan media dakwah, curhat, sosialisasi, dan memunculkan gerakan massa.
Lihat saja aksi social yang timbul akhir-akhir ini, mulai dari koin peduli
prita sampai dengan aksi sumbang sandal untuk kapolri. Lho kok bisa….
Singkat
cerita, seorang pemuda usia 17 tahun mencuri sandal seorang anggota kepolisian. Tak dinyana, polisi yang menjadi
korban dan juga tetangga pelaku tersebut melaporkan korban ke institusinya dan
akhirnya diproses di pengadilan. Pelaku diancam hukuman lima tahun penjara,
busyeet….
Dari
peristiwa itulah, orang-orang maya(pengguna jejaring social) melakukan curhat
di akunnya, yang semakin lama kabar ketidakadilan itu menyebar luas seantero
jagad yang kemudian memunculkan ide “sumbang sandal untuk KAPOLRI”
Lalu, apa
hubungannya dengan Muria? Kelihatannya tidak ada hubungannya, tetapi kalau
dihubung-hubungkan ya ketemu saja koherensinya. Sebelumnya, saya ingin
berbicara mengenai Muria terlebih dahulu, gunung yang terletak disebelah utara
jawa tengah itu seakan sedang merengek untuk segera diperbaiki.
Bagaimana tidak, kerusakan hutan yang
terjadi saat ini tergolong stadium empat dan segera untuk dilakukan bedah
operasi. Sebagaimana yang dilansir suara merdeka, 50 persen lebih hutan lindung
di kawasan tersebut mengalami kerusakan. Padahal statusnya adalah hutan
lindung, bagaimana dengan hutan non konservasi?
Berawal
dari fakta diatas, kita hubungkan dengan yang namanya facebook. Jejaring social
made in USA itu sekarang menjadi situs pertemanan yang intensitas pengunjungnya
terbesar kedua di dunia, dan menjadi situs pertemanan dengan pengguna nomor
wahid. Dan Indonesia adalah Negara dengan pengguna lima besar di dunia.
Potensi
itu, mampu memunculkan gerakan aksi masa dunia maya yang luar biasa.
Sebagaimana penjelasan di awal paragrap, aksi-aksi social yang sekarang
ngetrend terjadi bermula dari kicauan di dunia maya dan akhirnya menyebar luas.
Oleh Karena kita juga perlu melakukan aksi maya lewat facebook untuk
kemaslahatan lingkungan, diantaranya adalah ide terhadap penanaman di daerah
Muria.
Seperti
yang dijelaskan di muka mengenai kerusakan hutan Muria, penanganan memang
segera untuk dilakukan. Dan aksi-aksi nyata tak akan mendapat mendapat animo
dari masyarakat kalau tidak adanya sosialisasi. Sebagai alternative solusi,
adalah sosialisasi lewat facebook. Oleh sebab itu, ayo semua buat status mulai
hari ini tentang penyelamatan hutan Muria. Ide kecil akan berdampak besar bila
dilakukan secara kontinyu. Selamat update status.
0 komentar:
Posting Komentar